-------
Kali ini, saya akan membahas mengenai majas atau gaya bahasa. Materi yang satu ini, sangat bermanfaat untuk teman-teman baik yang sedang sekolah, maupun yang sedang kuliah. Pokok pembahasan kita kali ini, adalah salah satu materi dalam studi Bahasa Indonesia. Kita, sebagai warga negara Indonesia sudah semestinya mengetahui apa itu majas. Kita sering kali menggunakan kalimat-kalimat yang sebenarnya mengandung majas loh... hanya saja, banyak dari kita yang tidak sadar dan mengetahuinya. hmmmm.... baiklah, kita hentikan basa-basi ini, yuk... kita bahas sekarang!
:)
-------
Definisi
Gaya Bahasa menurut Slamet Muljana adalah susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup dalam hati penulis, yang menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca. Gaya bahasa disebut pula dengan majas. Gaya bahasa atau majas yang diutarakan seseorang pada saat mengungkapkan perasaannya, baik secara lisan maupun tulisan dapat menimbulkan reaksi pembaca berupa tanggapan.
Jenis-jenis Majas
Secara garis besar, gaya bahasa (majas) terdiri atas empat jenis, yaitu majas penegasan, majas pertentangan, majas perbandingan dan majas sindiran.
1. Majas Penegasan
1.1. Pleonasme adalah satu pikiran atau gagasan yang disampaikan secara berlebihan sehingga ada beberapa keterangan yang kurang dibutuhkan
Contoh:
1. Kami mendengar kabar itu dengan telinga kami sendiri
2. Naiklah ke atas dengan hati-hati
3. Api yang panas telah meluluhlantakkan pasar tradisional itu